Tanjung Bongo dan Pemberdayaan Pariwisata

oleh -614 views

Kata Pak Rizal Ramli, kita harus bermimpi dan jangan takut gagal. Sudah saatnya masyarakat menguatkan tekad mendorong daerahnya menjadi lebih baik.

Keterlibatan dan partisipasi masyarakat baik individu maupun kelompok dalam pengelolaan sumberdaya alam yang begitu melimpah patut dikedepankan.

Tanjung Bongo pernah menjadi populer dan kerab disebut-sebut sebagai Raja Ampat-nya Maluku Utara. Karena suasana alam, laut, batu-batu cadas “muntahan” Gunung Berapi Dukono dan batu karangnya sangat eksotik.

Kebanggaan itu tentu harus diikuti oleh pemeliharaan fasilitas wisata yang maksimal. Dinas Pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara selain menggalang promosi juga tak kalah penting perlu membantu melakukan pembenahan infrastruktur. Sebab boleh jadi jika hal ini tidak dijaga dan dipelihara dengan baik bukan tidak mungkin akan tinggal kenangan.

Fasilitas jembatan penghubung di atas bebatuan yang terbuat dari kayu yang kini sudah mulai lapuk tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan rusak. Dan, untuk memperbaiki tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga  Bantah Isu Mark Up PLTS Rp7 Miliar, Kadis Kesehatan Kota Ambon: Sistem Masih Garansi Hingga 2027

Tak kalah jauh juga objek wisata Tanjung Duma di Danau Galela. Keberadaannya justeru sudah tidak terurus. Letaknya di pinggir danau mestinya tampak cantik. Sayang, di depan danau sepanjang mata memandang sudah banyak ditumbuhi ecek gondok.

No More Posts Available.

No more pages to load.