Tanjung Bongo dan Pemberdayaan Pariwisata

oleh -616 views

Panorama alam di kaki Gunung Tarakani yang membentang di sepanjang danau yang dulu sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah menjadikannya tempat peristrahatan saat memanggul ikan terbang yang dalam bahasa Latin disebut dengan Exocoetidae untuk dijual di sepanjang kampung nun di pedalaman itu.

Ikan-ikan itu hasil tangkapan ayah saya malam hari dengan jaring. Sayang keindahan danau kini tidak lagi menarik.

Bagaimana dengan Pelabuhan Samudera yang bersebelahan dengan Tanjung Bongo itu? Idom ditto. Sama saja.

Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi setelah setahun tidak berfungsi. Barulah belakangan pelabuhan ini aktif.

Itu pun jauh dari harapan karena namanya pelabuhan samudera tapi jauh dari aktivitas pelabuhan pada umumnya. Sebulan hanya dua kali aktivitas bongkar-muat di pelabuhan yang memilih jargon Tol Laut melalui konsep Nawacita itu.

Baca Juga  Jenderal Iran: 1 Warga Kami Gugur, 1 Tentara AS Akan Dikirim ke Neraka

Di samping Pelabuhan Samudera itu, juga terdapat dermaga konglomerat Eka Tjipta Wijaya. Inilah pelabuhan yang 23 tahun lalu pernah menjadi pelabuhan ekspor pisang Calvandis terbesar nomor dua setelah Mindanao di Filipina.

Konsep Tol Laut untuk menghubungkan Nusantara melalui kapal laut tidak “hidup”. Sebulan hanya dua kali kapal Tol Laut yang menyinggahi pelabuhan ini mengangkut beberapa jenis komoditi. Dilihat dari nama dan gagasan, keberadaan Pelabuhan Samudera tidak seimbang dengan fungsinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.