Tanpa Juarai Euro 2020, Prancis Hanya Jadi Tim PlayStation

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com | Paris: Gelandang Timnas Prancis, Paul Pogba, waswas Les Bleus akan pulang dari Euro 2020 dengan tangan hampa. Dia pun mengeluarkan peringatan keras kepada rekan setimnya supaya skenario buruk tersebut tidak terjadi.  

Bintang Manchester United itu sangat menyadari kualitas pemain yang dimiliki Prancis di Euro 2020. Apalagi ditambah dengan kembalinya Karim Benzema ke skuad setelah enam tahun. Skuad Prancis memiliki kedalaman yang mengesankan. 

Mantan pelatih Pogba di MU, Jose Mourinho, sebelumnya memberi peringatan kepada Prancis. Menurut Mourinho, apa pun selalu menjuarai Piala Eropa 2020 akan menjadi kegagalan bagi Les Bleus.  

Pogba merasakan hal yang sama. “Kami punya tim PlayStation. Tapi akan tetap menjadi tim PlayStation jika kami tidak memenangi trofi,” kata Pogba kepada Eurosport, Senin (7/6/2021).  

“Menjadi juara dunia dan memiliki tim seperti itu, kami diharapkan melakukan yang lebih banyak lagi.

Baca Juga  Kakankemenag SBB, Ajak Madrasah Berinovasi dengan Teknologi

“Kami harus tetap rendah hati. Saya ingin memberikan pesan ini: ini bukan kesimpulan yang sudah pasti. Kami mendengar banyak omongan tentang kami, tetapi kami tetap berpijak di bumi,” imbuh Paul Pogba tentang kans Prancis di Euro 2020. 

Jangan Termakan Ego

Paul Pogba memperingatkan rekan setimnya di Prancis pantang terlalu berpuas diri jika ingin berkuasa di Euro 2020. The Blues dianggap favorit juara karena dua tahun lalu juara di Piala Dunia 2018, dan punya skuad yang disesaki bintang-bintang kelas dunia. 

Sebut saja pemain seperti Kylian Mbappe, Karim Benzema, dan Antoine Griezmann yang jadi andalan di lini serang. Alhasil, sulit mengabaikan skuad Didier Deschamps sebagai salah satu kandidat juara. 

Baca Juga  Prediksi Skor Inggris vs Kroasia, Hasil, Preview, Head to Head

“Anda tidak bisa melihat diri sendiri terlalu cantik. Anda seharusnya tidak melihat diri Anda cantik sama sekali. Saya tidak ingin terlalu berpuas diri karena kami cukup banyak disanjung-sanjung,” kata Paul Pogba. 

Menurut Pogba, menjadi tim yang penuh pemain bertalenta dan difavoritkan banyak orang ada untung dan ruginya. 

“Tentu saja kondosi kami menakutkan bagi tim lain, tetapi juga bisa menakutkan bagi kami juga,” kata gelandang Manchester United itu. 

“Kelebihan itu bisa memberi tekanan pada kami, karena kualitas tim yang kami miliki. Kami bisa saja merasa akan selalu dijamin menang atau bahkan selalu mencetak tiga gol.”

“Orang-orang akan mengharapkan semua ini. Tapi itu bukan sepak bola. Egolah yang membunuhmu. Dalam skuad ini, tidak ada. Tidak ada satu orang di atas yang lain,” tegas Pogba. 

Baca Juga  7 Inspirasi Baju Casual untuk Meeting Saat WFH, Santai Namun Tetap Rapi

(red/bola/eurosport)

No More Posts Available.

No more pages to load.