Tebar Rasisme Ke Warga Oba, GPM Malut Bakal Polisikan Syamsul Rizal

oleh -3 Dilihat

“Jadi semua infrastrukur modern sesuai tuntutatan zaman yang tidak bisa bangun di Tidore, mestinya harus bangun di Oba sebagai penyangga perekonomian kita di Tidore Kepulauan,” paparnya.

“Memang menggunakan istilah “keto” (mabuk) dan Sanger, kata dia, itu adalah istilah guyonan atau candaan dari anak-anak tongkrongan,” ujarnya.

Artian menurut dia, bahwa hal hal seperti ini kedepan harus diminimalisir, walaupun pengembangan sebuah wilayah yang modern meniscayakan adanya pengembangan infrastruktur ekonomi di dunia hiburan.

“Saya minta maaf yang sebesar besarnya, jika statement saya dianggap rasis dan mendeskreditkan kelompok tertentu. Sejatinya tidak seperti yang diframing karena panjang pidato saya itu, tapi konteks pidato saya adalah pembangunan Peradaban Nilai Budaya, Islam dan Modern serta pembangunan infrastruktur ekonomi dari beberapa sumber, termasuk sumber-sumber keramaian dll. Jadi sekali lagi saya minta maaf, tidak ada niatan sedikitpun dari saya untuk mendeskreditkan komunitas tertentu,” ujarnya. (Culen)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

Baca Juga  Istana Proses Keppres Pemecatan Listyo Sigit dari KSP

No More Posts Available.

No more pages to load.