Temuan BPK Rp206 Juta di Setda SBB Disorot, Aktivis Minta Pengelolaan Anggaran Transparan

oleh -63 views
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku senilai sekitar Rp206 juta memicu sorotan, terutama terkait perjalanan dinas dan belanja bahan bakar minyak (BBM) Tahun Anggaran 2025.

Besaran selisih tersebut bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk setiap perjalanan.

“Dalam dokumen tersebut tercantum adanya selisih pembayaran biaya perjalanan dinas yang diduga tidak mengacu pada standar biaya yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, pembayaran uang penginapan juga diduga melampaui batas tarif yang telah ditetapkan dalam standar biaya perjalanan dinas pemerintah daerah.

Pertanggungjawaban BBM Dipertanyakan

Tak hanya perjalanan dinas, penggunaan anggaran BBM dan pelumas kendaraan dinas juga ikut disorot. Dokumen yang beredar menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara realisasi pembayaran dengan penggunaan riil di lapangan.

Sejumlah transaksi pembelian BBM disebut memiliki selisih nilai yang tidak wajar berdasarkan hasil pemeriksaan internal.

Baca Juga  Prediksi Turki vs Australia: Duel Dua Gaya di Laga Pembuka

Lebih lanjut, ditemukan pula bukti pertanggungjawaban pembelian BBM yang diduga tidak sah. Beberapa nota pembelian BBM jenis Pertamax dan Solar dilaporkan tidak dapat diverifikasi atau tidak sesuai dengan data transaksi yang tersedia.

“Dalam hasil pemeriksaan yang tercantum pada dokumen tersebut, ditemukan indikasi bahwa jenis BBM yang tertulis dalam nota berbeda dengan produk yang sebenarnya dijual pada lokasi pengisian,” ungkap Poyo.

Dorongan Penelusuran Lebih Lanjut

Poyo menekankan pentingnya penelusuran lebih lanjut oleh aparat berwenang terhadap temuan tersebut. Ia berharap adanya klarifikasi resmi dari pihak terkait sekaligus langkah perbaikan dalam sistem pengelolaan anggaran di lingkup pemerintah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.