Epilog: Seorang Guru yang Tak Pernah Lelah Mengajar
Kini, di usia 66 tahun, Thaher Hanubun tetap berjalan. Ia bukan lagi guru di kelas, tapi guru bagi sebuah kabupaten. Kepemimpinannya bukan tanpa cela, tapi penuh upaya. Ia meminta maaf atas segala kekhilafan, dan mengajak semua pihak untuk tetap menjaga semangat kebersamaan.
“Malra tidak akan maju hanya karena bupati. Tapi karena kita semua: ASN, pemuda, tokoh adat, gereja dan masjid, serta seluruh masyarakat Kei,” ucapnya dalam pidato terakhirnya di Ohoi Langgur.
Di antara laut biru dan langit Kei yang tak pernah pudar, Thaher Hanubun terus mengukir cerita tentang pulang, tentang kepemimpinan yang tidak sekadar duduk di kursi kekuasaan, tapi berdiri bersama rakyatnya. (Dino Umahuk)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











