Porostimur.com, Langgur – Di sudut timur Indonesia, di antara gemuruh ombak dan desir angin Laut Arafura, nama M. Thaher Hanubun menggaung tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai putra daerah yang pulang untuk memberi. Ia bukan sekadar seorang birokrat, melainkan seorang pendidik, aktivis, dan pelayan rakyat yang jalan hidupnya tertaut erat dengan sejarah dan harapan masyarakat Kei.
Lahir pada 3 Agustus 1958, Thaher mengawali kariernya sebagai guru di SMA Negeri 3 Jakarta. Sebuah jalan sunyi yang tidak banyak dilirik oleh mereka yang bercita-cita naik panggung politik. Tapi dari ruang kelas itulah, ia belajar menjadi pendengar, penyemangat, dan pemimpin. Nilai-nilai itulah yang kemudian ia bawa kembali ke kampung halamannya di Maluku Tenggara.
Dari Ruang Kelas ke Ruang Rakyat
Perjalanan Thaher di panggung publik dimulai saat ia duduk di kursi DPRD Kabupaten Maluku Tenggara. Tak lama kemudian, ia dipercaya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku. Tapi panggilan untuk kembali lebih dekat dengan tanah kelahirannya lebih kuat. Tahun 2018, ia terpilih sebagai Bupati Maluku Tenggara, berpasangan dengan Ir. Petrus Beruatwarin. Sejak saat itu, langkah-langkah kecilnya menjadi jejak penting dalam pembangunan di wilayah Kei.












