Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal al-Asadi adalah salah satu tokoh menarik dalam sejarah Islam yang kisah hidupnya penuh lika-liku. Ia dikenal sebagai pemimpin berani dari suku Bani Asad bin Khuzaimah, yang pada awalnya menjadi musuh kaum Muslim, namun kemudian berbalik menjadi salah satu pejuang Islam yang gagah berani.
Dalam perjalanan hidupnya, Thulaihah sempat mengaku sebagai nabi setelah wafatnya Rasulullah SAW. Menjadikannya salah satu sosok yang dikenal sebagai “nabi palsu” dalam sejarah Islam.
Namun, takdir membawanya kembali ke jalan kebenaran ketika ia akhirnya bertobat, memeluk Islam dengan sungguh-sungguh, dan berperan besar dalam beberapa pertempuran penting di masa Kekhalifahan Umar bin Khattab. Lantas, bagaimana kisah lengkap perjalanan hidup Thulaihah bin Khuwailid ini?
Dikutip dari buku Kelengapan Tarikh Nabi Muhammad SAW oleh K.H. Moenawar Chalil, Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal al-Asadi adalah seorang tokoh penting dari suku Bani Asad bin Khuzaimah, salah satu suku besar di Jazirah Arab. Ia dikenal sebagai pemimpin yang berani, berpengaruh, dan memiliki kecakapan dalam peperangan sejak masa sebelum Islam menyebar luas.
Pada awal penyebaran Islam, Thulaihah dan sukunya justru menjadi musuh kaum Muslimin. Ia terlibat langsung dalam beberapa pertempuran besar melawan pasukan Madinah, termasuk Perang Qatan pada 626 Masehi dan Perang Khandaq pada 627 Masehi.









