Tidak Untuk Selamanya

oleh -136 views

Aku mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mencerna kalimat yang keluar dari mulut lelaki di hadapanku. Luka yang kau torehkan sedikit terobati karena kehadirannya. Aku mengangguk.

“Aku akan berusaha tidak membuatmu kembali merasakan luka. Izinkan aku menggantikannya. Meski aku tahu, aku tidak seindah dia,” ucap Rey.

Tidak untuk selamanya tatapan mata menenangkan milikmu menenangkan. Ada gejolak yang kau sembunyikan, melukai dengan pelan dan sangat perlahan.

Tidak untuk selamanya tatapan itu mampu membuatku jatuh cinta, nyatanya dia malah membuatku terjerembab dalam luka. Tidak untuk selamanya kau menjadi alasan dari setiap bahagiaku.

Tenang saja, aku tidak akan mengingat kejadian itu lagi. Biarkan luka ini mengajarkanku, bahwa tidak selamanya yang berawal indah akan berakhir dengan indah pula.

Baca Juga  Pimpin Upacara Hardiknas, Wawali Tual Tegaskan Pendidikan Karakter Bukan Sekadar Seremonial

Jangan biarkan aku kembali terluka ketika aku mulai membuka hati, Rey. Tetaplah menjadi sosok yang mampu membuatku merasa spesial. Tetaplah menjadi seseorang yang tidak pernah lelah mendengar celotehku. Dan tetaplah bersamaku. (*)