Poin tulisan ini adalah bahwa yang dibutuhkan rakyat Indonesia itu mengenal dengan benar calon pemimpinnya. Bukan hanya siapa mereka, tapi apa isi otak mereka. Bagaimana mereka memandang Indonesia kedepan dengan design yang ada di otak mereka.
Forum adu gagasan seperti ini harus sering dibuat. Sesering mungkin para kandidat dipertemukan di panggung yang sama untuk mengurai gagasan. Bukan di meja makan dan ruang lobi. Bukan di tempat untuk bernostalgia. Mereka tidak sedang reunian. Tapi, mereka dipertemukan di ruang dimana mereka menyampaikan kesiapannya mengurus negara dan rakyat. Agar rakyat tahu siapa diantara mereka yang paling siap memimpin dan membawa nasib negara ini ke arah yang lebih baik kedepan. Lebih baik itu artinya ada perubahan. Kalau tidak ada perubahan, buat apa ada pemilu dan ganti presiden?
Apa yang dibuat oleh APEKSI dan Bima Arya kemarin (14/7) mesti diikuti oleh berbagai institusi, lembaga, ornas dan komunitas-komunitas lainnya. Beri panggung kepada ketiga kandidat. Juga media, mesti ikut mendorong dan memberi dukungan lahirnya forum-forum ada gagasan seperti ini. Rakyat biar tahu sedalam dan detail pikiran mereka tentang negara ini.
Maraknya forum-forum adu gagasan yang sudah dimulai oleh APEKSI ini, sekaligus akan mempersempit ruang adu pencitraan. Rakyat tidak lagi dininabobokan oleh atraksi politik murahan, dan terkadang malah menggelikan, dari masing-masing kandidat. Dengan forum adu gagasan rakyat akan melihat siapa yang paling layak dan berkemampuan diantara mereka untuk mengurus negara ini kedepan.









