Di bagian lain bupati pada kesempatan itu menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim. Dia berharap kehadiran para mahasiswa ini bisa membawa manfaat bagi kemajuan masyarakat. “Kami akan sangat mendukung semua program KKN yang tentu saja akan memberi manfaat kepada rakyat,” katanya.
Pada Selasa pagi tim akhirnya berangkat ke Pulau Obi. Menggunakan kapal perjalanan ditempuh selama 11 jam. Hingga pada Selasa malam rombongan sampai ke Desa Kawasi, Kecamatan Obi. Ini adalah tempat bagi unit I Jawara Obira ditempatkan.
Sementara tim II yang ditempatkan di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera selatan. Mereka masih harus menempuh perjalanan darat selama 1 jam 30 menit. Setelah melalui perjalanan yang cukup berat tim akhirnyat tiba di Soligi pada 25 Juni 2025.
Masalah segera mengadang tim karena sesampainya di sana, jaringan internet putus total. Selama lebih dari 24 jam, mereka tidak bisa dikontak. Situasi yang sempat membuat keluarga bertanya-tanya. “Satu-satunya tower BTS rusak hingga tidak ada jaringan internet sama sekali,” kata Ketua Subunit Desa Soligi, Moza Anoemoda Mahasa, Minggu (29/6/2025).
Kini tim ini telah siap untuk menjalankan semua program yang mereka bawa ke Pulau Obi. Beberapa program yang mereka usung antara lain Pemasangan Lampu berbasis Photovoltaik, Pengenalan perguruan tinggi. Meski situasinya cukup menantang, tim yakin semua program bisa dijalankan dan diharapkan bisa memberi manfaat ke masyarakat. Salah satu kendala lain yang dihadapi listrik di daerah ini juga hanya menyala pada malam hari.










