Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Nelayan Asal SBT Yang Hilang

oleh -54 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Hendri Far Far mengatakan, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kota Ambon, Basarnas Fak-Fak, dan Polair melaksanakan operasi pencarian seorang nelayan asal Dusun Suwakul, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Jon Tuhuteru (29) yang belum juga ditemukan.

“Terkait dengan salah satu nelayan yang hilang di perairan Gorom, tadi malam Kalak BPBD di sana menyampaikan informasi ke kami, saya langsung menghubungi Kakansar Ambon dan Kakansar Ambon pagi ini memberangkatkan tim yang nantinya akan bergabung dengan Polair menuju ke wilayah sana”, ujarnya di Ambon, Kamis (27/5/2021).

Hendri menjelaskan, adanya pencarian yang juga dilakukan oleh Basarnas Fak-Fak dikarenakan wilayah ini berdekatan dengan wilayah SBT.

Baca Juga  Risiko Penggumpalan Darah Bayangi Pasien Virus Corona

“Kemudian ada bantuan dari Kakansar Fak-Fak, yang juga turut membantu mencari orang hilang tersebut di wilayah pesisir sana, karena wilayah SBT ini berdekatan dengan Fak-Fak dan oleh sebab itu, sudah ada koordinasi dari Basarnas Fak-Fak untuk membantu mencari orang kita yang beberapa hari ini belum ditemukan”, paparnya.

Menurutnya, kronologis kejadian tersebut bermula saat nelayan tersebut pergi melaut dan ternyata sampai hari ini belum pulang. Keluarga dan masyarakat yang ada disana sudah mencoba untuk mencarinya, namun sampai sekarang belum juga ditemukan.

Terkait peringatan melaut kepada nelayan, Henry berujar, bahwa terkait dengan cuaca saat ini dan update informasi cuaca yang setiap hari disampaikan oleh BMKG, seluruh informasi itu sudah disampaikan ke seluruh BPBD, ke seluruh grup yang dibentuk dalam rangka penanganan bencana dan juga melalui media-media.

Baca Juga  Bea Cukai Dorong Ekspor Rempah-Rempah Malut

Dirinya juga menghimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap kondisi di musim penghujan dengan cuaca yang ekstrim ini.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat, baik yang berada di wilayah perkotaan dan pedesaan. Yang tinggal di lereng-lereng gunung, bantaran sungai, pesisir dan khusus para nelayan yang melaut dihimbau agar selalu mewaspadai kondisi ini. Tetap siap siaga menghadapi kemungkinan ancaman yang muncul karena potensi hujan yang turun ini dengan dampaknya yang sangat besar. Kita di Maluku curah hujannya sangat tinggi, saat ini kita memasuki musim penghujan tapi dengan cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, kami berharap seluruh masyarakat tetap siap siaga waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan daripada perubahan iklim ini”, imbaunya. (alena)