PLTU Waai Masuk Daftar 34 Proyek Pembangkit Listrik RI yang Macet

oleh -153 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Waai Ambon berkapasitas 2×15 MW, termasuk dalam daftar 34 pembangkit listrik yang terkendala pembangunannya alias macet.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/05/2021).

Dalam rapat tersebut, tungkap fakta bahwa saat ini terdapat 34 proyek pembangkit listrik yang masih terkendala, dengan total kapasitas 627,8 Mega Watt (MW).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, 34 proyek pembangkit yang masih terkendala itu berasal dari program 7 Giga Watt (GW) sebanyak 19 proyek dengan kapasitas 418,8 MW dan program reguler sebanyak 15 proyek dengan kapasitas 209 MW.

Dari 34 proyek ini menurutnya sebanyak tujuh proyek sudah beroperasi komersial (commercial operation date/ COD) dengan kapasitas 114 MW dari program 7 GW.

Baca Juga  Penyanyi Igo Pentury Sebut Dampak Pendemi Covid-19: Not Bad

“Ada tujuh proyek di antaranya sudah COD, sudah nggak jadi isu seharusnya,” ungkapnya

Selanjutnya, 15 proyek terkendala dengan kapasitas 336,8 MW menurutnya telah diusulkan untuk dilanjutkan, di mana sebanyak tiga proyek di antaranya seperti proyek pembangkit di Kota Baru, Bengkayang dan Pantai Kura-Kura sudah ada dokumen Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan.

Lalu, sebanyak 12 proyek dengan kapasitas 177 MW menurutnya diterminasi dan diganti proyek lain, seperti PLTMG 80 MW, PLTD 6 MW, dan PLTU Waai Ambon 2×15 MW sedang dalam proses penyidikan, sehingga berpotensi diterminasi.

Menurutnya, dari 34 proyek terkendala tersebut, sebagian besar merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun, sebanyak 8 PLTU dengan kapasitas 295 MW diusulkan kembali dimasukkan ke dalam draft Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, antara lain PLTU 1 Kalbar Parit Baru FTP-1, PLTU 2 Kalbar Bengkayang FTP-1, PLTU Tanjung Selor, PLTU Sampit, PLTU Kota Baru, PLTU Alor, PLTU Atambua, dan PLTU Rote.

Baca Juga  Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Halbar Raih Penghargaan Nasional

“Mana-mana yang mesti masuk ke RUPTL meski proyek ini masih akan terkendala. Kita masih masukkan karena legal risk agak tinggi kita sepakat tetap dicantumkan,” ungkapnya.

Berdasarkan daerah sebaran, kebanyakan proyek pembangkit macet ini ada di Kalimantan dengan jumlah 10 unit PLTU berkapasitas 295 MW. Lalu disusul Sulawesi sebanyak 7 PLTU berkapasitas 104 MW dan 2 PLTM 5,2 MW, lalu Sumatera 5 PLTU dengan kapasitas 65 MW, Nusa Tenggara 5 PLTU dengan kapasitas 70 MW, Maluku Papua sebanyak 4 PLTU berkapasitas 94 MW dan 1 PLTM 2,6 MW.

(red/cnbc)