“Beta ini punya mama deng bapa guru, jadi beta tahu betul suasana, batin, kerinduan mengabdi sebagai seorang guru. Beta tahu perjuangan guru seng mudah, tapi tetap semangat dan penuh tanggung jawab,” katanya dengan nada penuh empati.
Ia menekankan bahwa warisan terbesar seorang pendidik bukanlah materi, melainkan ilmu dan akhlak yang ditanamkan.
“Kalau katong mau tinggalkan sesuatu yang berarti dalam hidup, tinggalkan didikan dan ajaran yang baik bagi anak-anak kita. Dan ketika suatu saat mereka berhasil, itulah menjadi suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya,” ungkap Gubernur.
Fondasi Masa Depan Generasi Muda
Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para pendidik di SMA Negeri 4 Kepulauan Aru Tengah.
Dedikasi mereka disebut sebagai fondasi bagi masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Maluku, khususnya di wilayah terpencil. (Maichel Koipuy)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









