Tipu keluarga casis, LVB diringkus tim Kamneg Ditreskrimum Polda Maluku

oleh -144 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Diduga melakukan penipuan bisa mem-back up proses penerimaan siswa pada saat seleksi calon bintara (Caba) Polri, seorang warga akhirnya diringkus Tim Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, Rabu (23/5).

Leonard Vallen Beruatwarin/LVB (36), diringkus tim di Guest House 8, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, sesuai Laporan Polisi dengan Nomor LP-B/223/IV/2018/MALUKU/SPKT, tanggal 30 April 2018, tentang perkara tindak pidana penipuan.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Jumat (25/5), hal ini dibenarkan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Maluku, Kompol Handik Zusen,SH,SIK,M.Si,MTI.

Menurutnya, kasus ini berawal ketika LVB berkunjung ke rumah La Idris di kawasan Kahena, Kebun Cengkih, Ambon, sekitar bulan April 2018.

Link Banner

Saat itu, LVB dikenalkan La Nasira kepada La Idris, namun LVB sendiri mangku sebagai anggota Polda Maluku berpangkat AKBP.

Baca Juga  Pangdam Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit Pattimura

Saat itu LVB sedang mencari orang pintar (dukun-red), untuk menemukan istrinya yang sedang menghilang.

Dalam pertemuan berikutnya pada bulan yang sama, LVB menjelaskan bisa membantu meloloskan peserta seleksi sebagai kepolisian, dengan syarat harus disertai dengan sejumlah uang.

Mendapatkan informasi ini, La Idris memohon bantuan LVB membantu keponakannya anak dari Yanti, Jalaludin Sitania.

Masih pada bulan dan lokasi pertemuan yang sama, La Ridonal juga meminta bantuan LVB untuk meloloskan keponakannya anak dari Zaenab Renyaan, Rafli Besan.

Pada pertemuan di rumah Zaenab Renyaan, Rabu (4/4), la Ridonal dan Zaenab menyerahkan uang sejumlah Rp 110 juta kepada LVB untuk meloloskan Rafli Besan dalam seleksi Caba.

Keesokan harinya, Kamis (5/4), La Idris dan Yanti menyerahkan uang sejumlah Rp 40 juta kepada LVB dan ditambah lagi Rp 100 juta pada Selasa (17/4), sehingga total yang diberkan mencapai Rp 140 juta.

Baca Juga  Hilang kendali, Avansa tabrak truk bermuatan baja di Tulehu

Sayangnya, ketika Jalaludin Sitania tak lolos Test Kesehatan pertama, LVB tak bisa dihubungi keluarga Yanti dan La Idris.

Begitupun saat Rafli Besan tak lolos Test Psikologi, LVB juga tak bisa dihubungi La Ridonal dan Zaenab Renyaan.

Menindaklajuti ini, Tim Subdit Kamneg dipimpin AKP Albert Sancez, melaksanakan penyelidikan dan perburuan LVB dengan wilayah tugas seputaran Kota Ambon, sejak 15-22 Mei 2018.

Tim kemudian meringkus LVB di Kamar 101 Guest House 88, Kelurahan Mangga Dua, Rabu (23/5), sekira pukul 03.00 Wit.

Saat melakukan penangkapan, barang bukti yang berhasil diamankan tim antara lain 1 buah Hp merk E 570 Cool Pad warna hitam, 1 buah Hp merk 9105 pearl 3G Blackberry warna putih, 1 buah Hp merk Blackberry 9360 Curve warna hitam, 1 buah Hp merk nokia 6600 warna silver merah hitam, 5 buah sim card, 2 buah kartu memori, 1 buah charger, 1 buah kabel data, 2 buah dompet warna hitam dan warna merah (dompet istrinya-Red), 1 buah buku tabungan BRI a/n LVB dan 1 buah kartu ATM BRI a/n LVB.

Baca Juga  Dansatkor Koarmada II Pimpin Sertijab Komandan KRI Untung Suropati-372

Atas tindakannya, LVB dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 2 ayat (1) UU No. 8 Tahun 2010, tentang Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp. 1 milyar.

Selain itu, LVB juga dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. (keket)