Toisuta Kukuhkan Pengurus MUI Kecamatan Se-Kota Ambon

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Ambon sekaligus Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta, mengukuhkan Pengurus dan Rapat Kerja (Raker) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kota Ambon masa khidmat 2021-2026, yang bertempat di Aula Lantai III Kementrian Agama Kota Ambon.

Toisuta dalam sambutannya, mengatakan MUI sejak didirikan merupakan wadah dari Para Ulama, Zuama, dan Cendikiawan Muslim. Karena itu, betapa besar peran dan tugas yang diemban oleh MUI, yang tentunya juga menjadi harapan kita semua bukan hanya Umat Islam di Kota Ambon, tetapi oleh masyarakat dan Bangsa Indonesia seutuhnya.

“Saya mengerti dan memahami bahwa sejak didirikannya MUI, memiliki peran dan misi yang amat penting. Itu berarti keberadaan MUI sangat istimewa, dan kita berharap MUI dapat memberikan kontribusi dan partisipasinya yang signifikan, dalam gerak pembangunan dewasa ini dan kedepan disetiap kecamatan yang ada di Kota Ambon, “tuturnya, Sabtu (27/2).

Baca Juga  Koramil Kairatu Lakukan Penertiban Masker di Pelabuhan Penyeberangan Waipirit

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Ambon M. Zain Kaisupy, dalam sambutannya, yang dibacakan Saraju Kelrey, mengapresiasi kegiatan pengukuhan dan rapat kerja Pengurus MUI kecamatan se-Kota Ambon masa khidmat 2021-2026, yang dilaksanakan melalui Musyawarah Daerah (Musda) MUI di Kota Ambon.

Link Banner

Menurutnya, pemerintah melihat bahwa umat Islam sebagai kelompok mayoritas di negeri ini memiliki potensi yang tidak bisa diabaikan. Ini berarti kerjasama dengan Ulama sangat perlu dijalin oleh pemerintah. Untuk maksud tersebut, diadakanlah suatu Musyawarah Nasional Ulama yang terdiri atas utusan wakil-wakil Ulama Provinsi se-Indonesia, yang menyepakati berdirinya MUI pada 26 Juli 1975 di Jakarta.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris MUI Provinsi Maluku Abdul Manan Latuconsina, menurutnya, pengukuhan ini merupakan bagian dari amanah organisasi yang tertuang dalam pedoman dasar dan pedoman rumah tangga MUI. Kita tahu bahwa MUI merupakan wadah terkumpulnya para Ulama, Zuama dan Cendikiawan Muslim. Jadi tidak semua Ulama ada di MUI, tapi MUI adalah kumpulan dari tiga komponen besar tersebut. Karena itu, apabila terjadinya problem keumatan yang membutuhkan fungsi dan peran MUI dalam rangka untuk mengeluarkan sebuah sikap yang mengatasnamakan umat, maka kelompok Zuama dapat memberikan pikiran atau masukan terhadap problematika yang dihadapi oleh umat. “Pengukuhan ini merupakan sejarah baru bagi MUI Provinsi Maluku, karena Kota Ambon berhasil membentuk struktur kepengurusan MUI kecamatan se-Kota Ambon masa khidmat 2021-2026, “tandasnya. (keket)