Tragis, Wali Kota di Ukraina Bersama Suami dan Anaknya Tewas dengan Tangan Terikat dan Mata Ditutup

oleh -126 views

“Mengingat provokasi terang-terangan oleh radikal Ukraina di Bucha, Rusia menuntut pertemuan Dewan Keamanan PBB diadakan pada Senin, 4 April. Kami akan mengungkap provokator Ukraina yang lancang dan pendukung Barat mereka,” kata Polyansky dalam sebuah kiriman Telegram.

Kementerian Pertahanan Rusia melihat “bukti” yang diklaim dari insiden itu justru muncul empat hari setelah penarikan pasukan Rusia, ketika intelijen Ukraina dan perwakilan televisi Ukraina tiba di kota itu. Kementerian menekankan bahwa berbagai inkonsistensi yang ada menunjukkan bahwa insiden itu telah direkayasa oleh rezim Kyiv untuk media Barat.

Diketahui, belakangan beredar foto yang menunjukkan banyak mayat berpakaian sipil bergelimpangan di Kota Bucha. Kyiv dengan cepat telah menyalahkan militer Rusia atas insiden itu, dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuduh itu adalah tindakan “pembantaian yang disengaja”.

Baca Juga  Kisah Sufi Besar Berguru pada Bahlul 'si Gila'

“Pembantaian Bucha disengaja. Rusia bertujuan untuk menghilangkan sebanyak mungkin orang Ukraina. Kita harus menghentikan mereka dan mengusir mereka. Saya menuntut sanksi G7 yang baru dan menghancurkan SEKARANG,” kata Kuleba di Twitter.

Politisi top Barat pun dengan cepat mendukung dan memperkuat klaim Kyiv. Sekjen NATO Jens Stoltenberg mencap insiden itu sebagai kebrutalan terhadap warga sipil yang belum pernah kita lihat di Eropa selama beberapa dekade.

No More Posts Available.

No more pages to load.