Porostimur.com, Jakarta – Pembekuan sel telur atau egg freezing sedang populer beberapa waktu terakhir. Pembekuan sel telur dilakukan dengan tujuan agar bisa memiliki anak di masa depan. Seberapa besar peluang hamil dengan pembekuan sel telur?
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Benediktus Arifin menjelaskan metode pembekuan sel telur atau egg banking mirip dengan prosedur yang dilakukan pada In Vitro Fertilisation (IVF) atau bayi tabung.
Pada bayi tabung, sel telur yang diambil langsung ditemukan dengan sel sperma. Sedangkan pada egg banking sel telur yang diambil disimpan dan dibekukan. Sel telur ini bisa digunakan di kemudian hari untuk ditemukan dengan sperma.
“Sebenarnya egg bangking ini adalah proses di mana sel telur wanita yang sudah kita ambil, kemudian kita freezing atau disimpan,” kata dokter yang akrab disapa Benny itu kepada HaiBunda.
Ada tiga tahap dalam egg banking yaitu stimulasi (menumbuhkan folikel), ovum pick up (pengambilan sel telur), dan proses pembekuan sel telur.
Benny mengatakan pembekuan sel telur ini dilakukan pada tiga indikasi, yaitu kondisi darurat bila sperma tidak bisa bisa dikeluarkan suami pada proses bayi tabung, wanita tengah menjalani kemoterapi, atau ingin menunda kehamilan.










