Trump juga menyinggung pertemuan Paus dengan tokoh-tokoh yang dikaitkan dengan kubu politik lawannya, serta mengklaim bahwa kebijakan pemerintahannya justru berhasil menekan angka kejahatan dan memperkuat ekonomi Amerika.
Unggahan AI Picu Kontroversi
Di tengah polemik tersebut, Trump sempat mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai figur religius seperti Yesus. Unggahan itu menuai kecaman luas sebelum akhirnya dihapus.
Ketika ditanya wartawan, Trump menyebut gambar tersebut dimaksudkan sebagai dirinya dalam peran “dokter” yang menyembuhkan.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut unggahan tersebut sebagai bentuk humor yang disalahpahami publik.
Paus Tegaskan Sikap Non-Politis
Menanggapi serangan tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam perdebatan politik.
“Saya bukan politisi, dan saya tidak ingin terlibat dalam debat dengannya. Tugas saya adalah menyuarakan pesan Injil, termasuk menentang perang dan mempromosikan perdamaian,” ujarnya kepada wartawan.
Ia juga menegaskan tidak merasa takut terhadap pemerintahan mana pun, termasuk pemerintahan Trump.
“Saya tidak takut untuk berbicara lantang tentang perdamaian. Terlalu banyak orang menderita, terlalu banyak nyawa hilang,” tegasnya.









