Porostimur.com, Washington – Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Paus Leo XIV memicu perhatian publik global setelah saling sindir terkait isu perang dan politik internasional.
Perseteruan ini mencuat setelah pernyataan Paus Leo XIV yang menyerukan penghentian konflik, termasuk perang yang melibatkan Iran, dinilai sebagai kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.
Seruan Damai dari Vatikan
Dalam doa malam di Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia untuk menghentikan perang dan mengedepankan dialog.
“Kepada mereka kita berseru: hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” ujarnya.
Ia juga mengkritik kecenderungan penggunaan kekuatan dan ambisi kekuasaan yang dinilai memperparah konflik global.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Trump, terlebih setelah muncul laporan bahwa Vatikan juga melakukan komunikasi dengan tokoh politik Amerika, termasuk David Axelrod.
Trump Balas Lewat Media Sosial
Melalui platform Truth Social, Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV. Ia menilai Paus lemah dalam menghadapi isu kejahatan dan kebijakan luar negeri.
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump.









