Presiden SBY selama ini dan bertahun-tahun tidak pernah mau untuk mengutik-utik kebijakan pemerintah karena itu merupakan etika sebagai mantan presiden. Biarkan pemerintah menyelesaikan sendiri persoalan yang dihadapinya. Tetapi kali ini presiden SBY hadir demi bangsa dan memberikan saran yang lunak, yakni pulihkan Kepercayaan (Trust) Pasar.
SBY selalu menekankan bahwa ekonomi tidak hanya soal angka fiskal dan moneter, tetapi utamanya soal kepercayaan. Jika pasar melihat kepastian hukum, konsistensi kebijakan, tata kelola pemerintahan yang baik, dan komunikasi pemerintah yang kredibel, maka kepercayaan lambat laun akan pulih.
Jika tidak, kita akan melihat sebaliknya, trust menurun, modal cenderung keluar dari pasar keuangan, permintaan valas meningkat, dan tekanan terhadap rupiah membesar. Itulah yang terjadi saat ini, rupiah tergerus, indeks saham jatuh.
Pasar juga akan melihat secara detail, yakni bagaimana kebijakan fiskal. APBN adalah dokumen kepercayaan dan pengelolaannya akan membentuk persepsi pasar. Jika APBN dikelola tidak hati-hati, belanja negara meningkat tanpa kendali, DPR hanya yesmen, banyak program baru dengan kebutuhan dana besar tidak dievaluasi, maka pasar tidak akan percaya dan cenderung menjauh dari Indonesia.









