Trust Lebih Penting daripada Angka, Dengarkan Juga Nasihat SBY

oleh -308 views

Oleh: Didik J Rachbini, Rektor Universitas Paramadina

Pasar modal terjungkal habis dan sudah mendekati krisis 2008. Dari indeks 9200 turun drastis menjadi 5900. Ini terjadi berbulan-bulan dan sekarang masih dianggap biasa saja dan kuang ada sense of crisis terhadap keadaan. Yang jatuh parah juga saham perbankan, seperti BCA turun nilainya lebih 50 persen karena investor asing kabur.

Ini menandakan adanya masalah yang sangat mendalam, yakni kepercayaan investor (trust) yang jatuh ke jurang tidak mau hadir lagi di pasar kita. Substansi penting di balik angka-angka tadi adalah masalah trust, yang belum hadir di pasar. Bank Indonesia yang bertanggung jawab pada sektor moneter sudah mengguyur pasar dan menguras devisa tapi pasar dan investor tidak bergeming. Tetap saja pasar saham jatuh dan nilai tukar tetap melemah.

Baca Juga  Anos Yeremias: RUU Daerah Khusus Kepulauan Jadi Momentum Perjuangan Keadilan bagi Maluku

Sekarang kita menyaksikan bahwa trust sudah jauh lebih penting dan. Lebih mendasar daripada angka. Angka-angka pertumbuhan kita tidak terlalu buruk, begitu juga angka indikator perdagangan, tetapi karena kepercayaan jatuh, maka investor pergi.

Sebaliknya, banyak negara memiliki defisit anggaran atau utang yang tinggi, tetapi mata uangnya tetap kuat karena investor percaya pada kredibilitas pemerintah dan institusinya. Jadi, kepercayaan harus dibangun dan harus ada sikap “sense of crises” terhadap keadaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.