Departemen Kehakiman AS sendiri menyatakan tidak memiliki dokumen tambahan untuk dirilis, meski sejumlah anggota parlemen mengkritik belum dipublikasikannya memo, catatan, dan email internal pemerintah terkait kasus tersebut.
Hillary Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian pada 26 Februari 2026, disusul Bill Clinton sehari setelahnya, 27 Februari 2026. Kesaksian ini diperkirakan akan kembali memanaskan dinamika politik Amerika Serikat menjelang tahun politik berikutnya.
sumber: sindonews










