Turun Supervisi, Bawaslu Malut Temukan Kuota 30 Persen Perempuan di Tikep Belum Terpenuhi

oleh -6 views

Porostimur.com, Tidore – Komisioner Bawaslu Provinsi Maluku Utara, melakukan supervisi ke Bawaslu Kota Tikep dengan tujuan melihat perkembangan perekrutan Panitia Pengawas Pemilu (Panwascam) di 8 Kecamatan.

Sebelum turun melakukan supervisi, Bawaslu Malut sudah mempesiapkan penguatan internal dan kelembagaan dan berkonsuldasi secara internal maupun membangun konsoldasi eksternal.

Dalam perekrutan panitia adhoc (Panwascam), Bawaslu Maluku Utara berkomitmen agar mereka yang mendaftarkan diri ini mempunyai integritas yang tinggi. Karena Pemilu dan pemilihan kepala daerah di tahun 2024 semakin kompleks yang jaraknya berdekatan dalam satu tahun.

“Ini artinya, kerja teman-teman Panwascam seluruhnya, membutuhkan kinerja dengan solid dan terkonsoldasi sehingga perekrutan ini, betul-betul terjaring secara kemauan, kemampuan, dan pengetahuan. Akan tetapi, mereka mempunyai keinginan untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas,” ucap pimpinan Bawaslu Maluku Utara, Adrian Yoro Naleng saat ditemui, Rabu (28/9/2022).

Naleng bilang, tanggungjawab mewujudkan demokrasi melalui proses elektoral, sangat bergantung pada integritas penyelenggara Pemilu.

“Sebagai Pengawas Pemilu, dalam proses seleksi yang masih berjalan ini, kita terus mengawasi terkait kouta 30 persen perempuan yang belum memenuhi kouta,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bawaslu di kabupaten/kota yang melakukan perekrutan, bahwa kehadiran perempuan tak hanya sekedar presentasi, tetapi mereka adalah wujud keadilan dalam Pemilu.

Menurut Adrian, Pemilu tak hanya memilih orang, namun diwujudkan secara integrasi. Sebab Pemilu betul-betul bagian dari wujud integarasi itu, dan integrasi yang syaratnya harus keadilan.

Akan tetapi hal tersebut, ada tantangan yang sampai saat ini, sebagian kuota perempuan yang belum tercukupi secara merata.

“Saya sudah berdiskusi dengan teman-teman Bawaslu, kita menjemput bola dengan turun ke lapangan dan tidak menunggu tentang kuota perempuan,” tegasnya.

Artinya, ia bilang, kita akan turun dan menyeleksi kepada teman-teman perempuan untuk memberitahu informasi kepada mereka. Bahwa kehadiran Bawaslu dan Panwascam di Kecamatan-kecamatan yang belum terpunuhi kuota sangat menolong untuk didaftarkan kembali.

Tantangan kita saat ini tentang proses seleksi, selain pengetahuan, ada juga melakukan wewancara dan digali secara serius ini, betul-betul tidak hanya pengetahuan, tetapi punya komitmen kuat untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

“Komitmen Bawaslu Provinsi Maluku Utara ini, mewujudkan penyelenggara pemilu yang berintegritas. Untuk mewujudkan itu, kita berharap proses seleksi yang dilewati beberapa tahapan nanti, di awal belum mencukupi kuota, tetapi Bawaslu kabupaten/kota, khususnya Bawaslu Kota Tidore Kepulauan punya inisiatif luar biasa, karena hampir Kecamatan masih tinggal dua kali kebutuhan,” tuturnya.

Bawaslu Malut kata dia, akan mewanti-wanti agar mereka yang terekrut tak hanya relasi personal, akan tetapi yang terekrut itu adalah orang betul-betul bertanggungjawab mewujudkan Pemilu.

“Ibu ketua sudah mengintruksikan kepada kita untuk supervisi ke lapangan ini, untuk menyampaikan kepada Bawaslu Kabupaten/Kota, selain memenuhi kuota, secara subtansial proses selanjutnya harus transparan,” harapnya. (Culen)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.