Unjuk Rasa Anti-Lockdown Berujung Kerusuhan di Sejumlah Negara Eropa

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com – Rotterdam: Aksi protes menentang pembatasan Covid-19 di sejumlah negara Eropa berubah menjadi kekerasan selama akhir pekan.

Kerusuhan pecah di Den Haag, Belanda, pada hari Sabtu (20/11/2021), saat warga memprotes langkah-langkah baru penanganan virus corona pemerintah Belanda.

Video dari tempat kejadian menunjukkan polisi anti-huru hara mengerahkan meriam air dan menyerang kelompok demonstran.

Belanda kembali memberlakukan lockdown sebagian tiga minggu, Sabtu lalu, dan sekarang berencana untuk melarang orang yang tidak divaksinasi memasuki beberapa tempat.

Pihak kepolisian Den Haag mengeluarkan pernyataan bahwa lima petugas polisi terluka dalam bentrokan di Den Haag.

Satu orang dibawa ke rumah sakit menderita gegar otak dan dua menderita kerusakan pendengaran akibat kembang api.

“Kelompok itu memulai kebakaran, melakukan perusakan, menyerang pengendara dan melemparkan batu dan kembang api berat ke petugas polisi,” kata polisi, seperti dilansir dari CNN.

Baca Juga  Sudah 23 Tahun Reformasi: Rakyat Sengsara Penguasa Berpesta

Mereka menambahkan bahwa seorang demonstran melemparkan batu melalui jendela ambulans, yang membawa seorang pasien ke rumah sakit.

Polisi mengakui bahwa telah menangkap 19 orang.

Pada hari yang sama, ribuan pengunjuk rasa menghadiri pawai yang sebagian besar damai di ibu kota Amsterdam, Belanda.

Media siaran pemerintah Belanda, NOS juga melaporkan kerusuhan di kota Urk dan kota-kota di provinsi Limburg selatan.

Aksi protes anti-lockdown menyusul bentrokan kekerasan pada Jumat (19/11/2021) malam di kota pelabuhan Rotterdam.

Saat itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan, dan 51 orang ditangkap.

Protes anti-lockdown dan bentrokan juga terjadi di Wina, Austria, pada hari yang sama.

CNN melaporkan, diperkirakan 40.000 orang memadati jalan-jalan di Wina dalam protes terkait virus corona terbesar di negara itu hingga saat ini.

Baca Juga  26 Tahun Generasi Biru dari Slank, Album Keempat Jadi Titik Balik

Wakil Presiden Polisi Wina, Franz Eigner, mengatakan dalam jumpa pers Minggu (21/11/2021) bahwa  polisi mencoba untuk meredakan protes.

Polisi juga tidak memberikan hukuman denda terhadap demonstran yang tidak mengenakan masker, sewaktu aksi mereka sudah mereda.

Eigner mengatakan, sejumlah petugas polisi terpaksa menyemprotkan cairan ke demonstran, dan pengunjuk rasa menembakkan sinar laser ke helicopter.

“Sejumlah kecil pengunjuk rasa sangat rentan terhadap kekerasan,” kata Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer selama konferensi pers. Ia mengaitkan masalah ini dengan adegan ekstremis sayap kanan.

Austria akan memberlakukan kembali lockdown sebagian secara nasional pada Senin (22/11/2021) dan mewajibkan vaksinasi virus corona mulai Februari tahun depan.

Pernyataan polisi menyebutkan bahwa lebih dari 1.400 petugas polisi dikerahkan di seluruh negeri untuk menjaga ketertiban umum.

Baca Juga  Gelar Paripurna LKPJ Tahun 2020, ini Rekomendasi Pansus DPRD Kepulauan Sula

Juga ditambahkan, polisi terpaksa melepaskan semprotan merica untuk meredakan protes yang “panas” di Wina tengah.

Pulau Guadeloupe

Di Prancis, puluhan polisi elit dan petugas kontra-terorisme dikerahkan ke Pulau Guadeloupe di Karibia Sabtu (20/11/2021) setelah penjarahan dan pembakaran semalaman yang bertentangan dengan jam malam.

Kawasan pulau itu memerintahkan warga tinggal di rumah pada Jumat (19/11/2021) setelah protes terhadap vaksin yang disahkan menjadi kekerasan pada malam sebelumnya.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan 31 orang telah ditangkap.

Di Kroasia, sekitar 15.000 orang melakukan unjuk rasa di Zagreb pada hari Sabtu (20/11/2021).

Mereka menentang langkah-langkah penanganan virus corona pemerintah Kroasia.

Mulai Senin, hanya orang dengan paspor Covid yang dapat memasuki gedung pemerintah dan publik di Kroasia.

(red/tribunnews)