Unjuk Rasa Anti-Lockdown Berujung Kerusuhan di Sejumlah Negara Eropa

oleh -46 views

Media siaran pemerintah Belanda, NOS juga melaporkan kerusuhan di kota Urk dan kota-kota di provinsi Limburg selatan.

Aksi protes anti-lockdown menyusul bentrokan kekerasan pada Jumat (19/11/2021) malam di kota pelabuhan Rotterdam.

Saat itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan, dan 51 orang ditangkap.

Protes anti-lockdown dan bentrokan juga terjadi di Wina, Austria, pada hari yang sama.

CNN melaporkan, diperkirakan 40.000 orang memadati jalan-jalan di Wina dalam protes terkait virus corona terbesar di negara itu hingga saat ini.

Wakil Presiden Polisi Wina, Franz Eigner, mengatakan dalam jumpa pers Minggu (21/11/2021) bahwa  polisi mencoba untuk meredakan protes.

Polisi juga tidak memberikan hukuman denda terhadap demonstran yang tidak mengenakan masker, sewaktu aksi mereka sudah mereda.

Eigner mengatakan, sejumlah petugas polisi terpaksa menyemprotkan cairan ke demonstran, dan pengunjuk rasa menembakkan sinar laser ke helicopter.

Baca Juga  Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Maluku Tengah Capai 10,06 Tahun pada 2025

“Sejumlah kecil pengunjuk rasa sangat rentan terhadap kekerasan,” kata Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer selama konferensi pers. Ia mengaitkan masalah ini dengan adegan ekstremis sayap kanan.

Austria akan memberlakukan kembali lockdown sebagian secara nasional pada Senin (22/11/2021) dan mewajibkan vaksinasi virus corona mulai Februari tahun depan.