Usai Ikut Pelatihan, Para Alumni Malindo Ambon Diharapkan Jadi Motivator Pengembangan Pangan Lokal

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pangan lokal adalah salah satu komoditi lokal yang harus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani yang ada di kota ini.

Dengan tujuan besar itu, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon bekerja sama dengan Lembaga Pengembagan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) – Masyarakat Lokal Indonesia (Malindo) yang dipimpin oleh Direktur Malindo, DR.H. Sakaruddin,M.Si, melaksanakan pelatihan untuk melatih sejumlah pelaku usaha mikro di Kota Ambon.

Sakaruddin menjelaskan, pelatihan yang berlangsung di Kota Ambon saat ini adalah hasil kerja sama yang terjadi antara Pemerintah Kota Ambon dengan LPTTG-Malindo.

“Pelatihan yang dilakukan kepada sejumlah pengusaha mikro di Kota Ambon 80 persennya diisi dengan kegitan praktek, karena itu diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta harusnya memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mengikuti sejumlah kegiatan yang telah di jadwalkan oleh pihak penyelenggara”, ujarnya kepada Porostimur.com, di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Jumat (18/6/2021).

Dari pelatihan yang akan diikuti oleh 300 peserta secara bertahap ini, Sakaruddin berharap nantinya para peserta setelah mengikuti pelatihan tersebut dapat menjadi motivator atau model bagi pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pangan lokal.

Baca Juga  Gandeng Musisi Dunia, Marcell Siahaan Rilis Lagu ‘Give Me Back My Broken Heart’

“Karena ketika itu di lakukan dengan baik, oleh alumni Malindo saat ini, pasti sudah tentu memberikan nilai tambah bagi hasil produksi petani yang ada di Kota Ambon yang berjulukan Manise ini”, tandasnya.

Sakaruddin menjelaskan, bahwa yang sudah mengikuti pelatihan saat ini berjumlah 180 peserta yang terdiri dari tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ibu-Ibu Bhayangkara, Ibu-Ibu Persit dan sejumlah pelaku usaha mikro yang merupakan utusan dari desa dan negeri yang ada di Kota Ambon, sedangkan total peserta yang harus terlibat dalam pelatihan sesuai informasi dari pihak pelaksana dengan pemerintah yaitu sebanyak 300 peserta.

Dalam pelatihan tersebut, ada beberapa bahan lokal hasil petani yang diolah menjadi cemilan antara lain, labu, singkong, sukun, daun kelor dan lainnya, dan diharapkan itu semua bisa menjadi nilai tambah bagi para petani itu sendiri. (olof)

No More Posts Available.

No more pages to load.