Usai Laga Persahabatan, Pemuda Patani Timur Serukan Pembebasan 11 Warga Adat Maba Sangaji

oleh -128 views

Porostimur.com, Maba — Di tengah semangat sportifitas, suara solidaritas menggema dari lapangan bola di Desa Masure, Halmahera Tengah. Pemuda dari Desa Sakam dan Masure, Patani Timur, memanfaatkan momentum laga persahabatan antar desa untuk menyerukan pembebasan 11 warga adat Maba Sangaji yang saat ini ditahan atas tuduhan membawa senjata tajam.

Seruan ini disampaikan dalam bentuk aksi damai seusai pertandingan, Selasa (5/8/2025), saat kedua tim berfoto bersama sambil membentangkan spanduk bertuliskan: “Bebaskan 11 Tahanan Maba Sangaji.”

Solidaritas dari Tanah Patani

Aksi ini dipublikasikan di media sosial oleh Prat Semesta, pemuda Patani Timur yang juga menjadi salah satu penggerak solidaritas tersebut. Ia menegaskan bahwa penahanan terhadap 11 warga adat Maba Sangaji merupakan bentuk kriminalisasi yang tidak beralasan.

Baca Juga  Dukung Hilirisasi Pertanian, Pemkab Sula Siapkan Pengembangan Bibit Kakao

“Bebaskan 11 tahanan Maba Sangaji tanpa syarat. Tuduhan bahwa mereka adalah preman yang membawa parang dan tombak itu keliru,” tegas Prat melalui akun Facebook miliknya.

Menurutnya, membawa parang atau tombak adalah bagian dari tradisi masyarakat Halmahera Timur, terutama saat masuk ke dalam hutan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.

“Membawa sajam ke hutan bukan untuk melakukan kriminalitas, tetapi untuk berjaga diri. Di hutan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, sering kali ada orang tak dikenal yang mengancam keselamatan warga,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.