“Maksud saya bertanya kepada Presiden Jokowi adalah untuk mengingatkan bahwa beliau sudah presiden. Buat apa kemudian anak-anaknya harus menjadi wali kota dan itu mengandung suatu risiko-risiko politik mengingat presiden juga berhadapan dengan begitu banyak pihak-pihak yang selalu mencoba berhadapan dengan Bapak Presiden,” katanya.
Hasto menceritakan dirinya menerima salah seorang Menteri. Dan Menteri tersebut mengatakan kepada-nya bahwa sudah mendapatkan arahan dari Jokowi untuk melakukan revisi Undang-Undang KPK. Saat itu, dijelaskan berbagai pasal-pasal penting, misalnya bahwa pimpinan KPK tidak otomatis bertindak sebagai penyidik. Kemudian ada beberapa pasal-pasal yang tidak memungkinkan bagi penyidik independen untuk bergabung ke KPK.
Karena ini adalah perintah dari Presiden, Hasto menyarankan untuk bertemu dengan seluruh jajaran fraksi di DPR RI dan coba menggalang atas perintah dari Presiden.
“Nah saat itu Pak Menteri yang menjadi kepercayaan dari Pak Jokowi menyampaikan bahwa kira-kira akan diperlukan dana sebesar 3 juta USD untuk menggolkan revisi Undang-Undang KPK. Dan mengapa berjalan mulus? Karena Presiden Jokowi punya kepentingan untuk melindungi Mas Gibran dan Mas Bobby,” katanya.









