Kegiatan Konfreria Apostolat Ranting Langgur Satu menunjukkan bahwa tradisi lokal juga dapat berjalan beriringan dengan kehidupan keagamaan dan aktivitas sosial masyarakat.
Melalui Saryat, masyarakat tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga membangun ruang untuk bertemu, berbagi, saling mendukung dan memperkuat hubungan persaudaraan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun mendorong agar Saryat dan Yelim terus dipraktikkan dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya serta identitas masyarakat Kei.
(red/mcmalra/adolof)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











