“Atas nama keluarga dan sebagai masyarakat Ohoi Langgur, beta mengucapkan terima kasih kepada mama, om, tante, adik dan kakak semua yang tergabung dalam kegiatan Saryat Konfreria Apostolat Paroki Langgur yang telah berkunjung ke rumah hari ini,” ujar Viali.
Menurutnya, praktik budaya seperti Saryat memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat. Tradisi tersebut mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadi wadah untuk saling membantu dan berbagi.
Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
Wariskan kepada Generasi Muda
Viali menegaskan, keberlangsungan Saryat dan Yelim sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kei untuk menjaga tradisi tersebut sebagai bagian dari kehidupan bersama.
“Kesempatan yang baik ini tetap katong jaga sama-sama agar budaya Saryat dan Yelim ini tetap katong lestarikan sebagai bagian dalam diri hidup basudara di tanah yang diberkati ini. Fangnanan bok-bok,” ungkapnya.
Menurut Viali, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah maupun kelompok adat.









