Wabup Saleh Marasabessy Bacakan Pesan Menteri di Harganas 2026: Keluarga Tangguh Kunci Indonesia Emas 2045

oleh -44 views
Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si., bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Lama, Senin (29/6/2026).

Porostimur.com, Sanana – Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ir. H. M. Saleh Marasabessy, M.Si., bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Lama, Senin (29/6/2026).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai apabila beban pengasuhan anak hanya dibebankan kepada ibu.

“Saya berpesan khusus kepada para ayah di seluruh Indonesia. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional Anda menjadi penentu kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis,” tegasnya.

Bonus Demografi Harus Diimbangi SDM Berkualitas

Menteri juga menyampaikan bahwa ketangguhan keluarga memiliki hubungan yang erat dengan masa depan Indonesia. Menurutnya, bonus demografi merupakan peluang besar yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Baca Juga  Messi Cetak Gol, Argentina Sempurna di Fase Grup Usai Tekuk Yordania 3-1

Namun, peluang tersebut dapat berubah menjadi bencana demografi apabila jumlah penduduk usia produktif tidak diiringi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.

“Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola pengasuhan yang baik dan peran aktif kedua orang tua.

No More Posts Available.

No more pages to load.