Ia berharap Karnaval Budaya Waimital tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa maupun komunitas lainnya di SBB untuk mengembangkan kegiatan serupa.
Menurut Abdul Rauf, semakin banyak event berbasis potensi lokal digelar, semakin besar pula peluang budaya, UMKM, ekraf dan pariwisata SBB dikenal oleh masyarakat luas.
Event Desa Bisa Jadi Ruang Promosi Potensi Daerah
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata SBB Yusnita, mengatakan kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat memiliki potensi untuk berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Ia mendorong agar kegiatan seperti Karnaval Budaya Waimital terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku ekraf dan pemerintah daerah.
“Kami mendorong agar kegiatan seperti ini terus berkembang melalui kolaborasi desa, masyarakat, pelaku ekraf dan pemerintah, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah,” katanya.
Karnaval Budaya Waimital 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-72 Desa Waimital.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi budaya dan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Seram Bagian Barat.










