Walikota Sorong Tantang Presiden: Silakan Anda Mau Bilang Apa, Kami Tetap Lockdown, Saya Siap di Penjara!

oleh -1.482 views
Link Banner

Porostimur.com | Sorong: Pemerintah daerah di wilayah Papua dan Papua Barat tetap pada pendiriannya untuk menerapkan lockdown guna mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Walaupun keputusan tersebut bertentangan dengan sikap pemerintah pusat sebagaimana disampaikan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal larangan lockdown.

Salah satunya adalah Walikota Sorong, Lambert Jitmau yang kukuh pada pendirian untuk menerapkan lockdown semata-mata demi menyelamatkan masyarakat.

“Dari pada saya tidak menerapkan lockdown, penyumbang pembawa virus itu masuk ke kota ini, kita ini habis, mau seperti itu? Tidak,” kata Lambert dalam video yang diaksek porostimur.com, Jumat (3/4/2020).

Lambert pun tidak masalah dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang tidak menerapkan lockdown.

Baca Juga  Dukung Fahira Idris, KAHMI Jaya: Ade Armado Sudah Keterlaluan

“Silahkan presiden katakan seperti apa, beliau adalah pemimpin negara, kalau masuk itu (virus corona ke Papua) seperti Jakarta, itu sudah tidak terbendung, akan menyebar itu,” jelasnya.

Lambert menerapkan lockdown dengan menutup Bandara Deo dan Pelabuhan Sorong, sejak Rabu 1 April 2020.

Dia pun mengaku tidak masalah jika keputusan untuk lockdown di wilayahnya akan berbuah pada sanksi pidana.

Adapun instruksi Presiden Jokowi, melarang pemerintah daerah menutup bandara dan pelabuhan, karena itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Jika ada kepala daerah yang nekad melakukan hal tersebut, maka terancam hukuman pidana 1 tahun penjara atau denda Rp 100 juta.

“Masuk penjara satu tahun, jangankan satu tahun, lima tahun pun saya masuk. Tapi rakyat ini, saya mau selamat, aman,” pungkasnya. (red/rtm/rmol)

Baca Juga  Serahkan DIPA/RKA-KL 2020, Kakanwil Kemenag Maluku Titip Pesan dan Permintaan Maaf
sumber: YouTube balleo TV