Wanita Pemrotes Perang di TV Rusia Tolak Tawaran Suaka Prancis

oleh -62 views

“Kebanyakan orang yang bekerja untuk televisi pemerintah sangat memahami apa yang sedang terjadi. Mereka tahu betul bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah,” katanya.

Ovsyannikova menambahkan bahwa beberapa rekannya juga telah mengundurkan diri. Namun, karena masalah ekonomi, masih banyak yang tidak bisa melakukan hal serupa, meski mereka sebenarnya ingin berhenti. 

“Saya senang orang-orang menyerahkan pemberitahuan (berhenti kerja) mereka, tetapi situasi ekonomi sangat sulit dan orang-orang merasa sangat sulit untuk mengundurkan diri,” ungkapnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Aktivis kebebasan pers di luar Rusia menuduh televisi negaranya melukis gambar perang yang sangat terdistorsi dalam upaya untuk mempertahankan dukungan untuk apa yang disebut Kremlin sebagai “operasi militer khusus.”

Pesan siaran utama Ovsyannikova dalam bahasa Rusia berbunyi: “Hentikan perang. Jangan percaya propaganda. Mereka berbohong kepada Anda di sini.”

Baca Juga  Sneijder Jagokan PSG di Final Liga Champions, Arsenal Diingatkan Ancaman Telak

Meskipun telah dibebaskan, Ovsyannikova dapat menghadapi tuntutan lebih lanjut. Ia pun kini mempertaruhkan hidupnya dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun, yang diatur di bawah undang-undang (UU) baru. UU ini, yang baru disetujui Kremlin pada 4 Maret, telah membatasi kebebasan berbicara warga Rusia tentang perang di Ukraina.