IPTU Faisal menjelaskan, peluru yang ditemukan diduga berasal dari senjata laras panjang. Namun untuk memastikan jenis senjata dan amunisi yang digunakan, pihaknya masih menunggu hasil uji balistik.
“Kita tidak bisa langsung simpulkan begitu saja, ada prosedurnya. Dari kasat mata, proyektil itu dipastikan dari senjata laras panjang. Tapi kita tidak bisa katakan dari Lanal, Kompi, atau Polisi. Untuk memastikan harus melalui uji balistik,” tegasnya.
Dugaan Perburuan Liar dan Imbauan Kamtibmas
Lebih jauh, Faisal menyampaikan tidak menutup kemungkinan peluru tersebut berasal dari aktivitas perburuan liar di sekitar lokasi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan demi menemukan fakta yang sebenarnya.
“Dengan kejadian ini diharapkan ke depan semua unsur, baik TNI/Polri maupun institusi lainnya, dalam menggunakan senjata api harus sesuai ketentuan dan prosedur. Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga Kamtibmas. TNI-Polri akan menelusuri kejadian ini sampai tuntas,” ujarnya.
Dari penelusuran Porostimur.com, proyektil yang bersarang di tubuh Adam menyerupai peluru kaliber 5,56 mm yang lazim digunakan pada senjata SS1. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan intensif aparat keamanan. (Maichel Koipuy)









