Wawali Tual Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis di Tengah Gempuran AI

oleh -8 Dilihat
Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra mengingatkan mahasiswa Universitas Doktor Husni Ingratubun (Uningrat) agar tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis.

“Gunakan AI sebijak mungkin untuk membantu proses mengajar dan riset, tapi jangan pernah menyerahkan sepenuhnya proses berpikir pada teknologi,” paparnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika dan tanggung jawab. Inovasi tidak boleh dilepaskan dari nilai kemanusiaan.

Ia juga menilai literasi AI menjadi semakin penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, mampu memilah informasi yang dihasilkan teknologi.

Pasalnya, informasi yang diberikan AI tidak selalu bebas dari kesalahan maupun bias. Karena itu, setiap informasi yang diterima tetap membutuhkan proses verifikasi dan penilaian kritis.

“Mampu mengevaluasi hasil AI berawal dari kemampuan berpikir yang reflektif. Jika Anda memilikinya, maka Anda tidak akan tergantikan oleh AI,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga  Ridwan Arsan Kembali Jadi Tersangka, Kali ini Proyek TPI Goto Senilai Rp2,92 Miliar

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi mahasiswa agar tidak menjadikan kemudahan teknologi sebagai alasan untuk mengurangi proses membaca, meneliti, menganalisis, dan membangun argumentasi secara mandiri.

Kampus Harus Jadi Ruang Lahirnya Inovasi

Selain mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan AI, Amir Rumra juga mendorong kampus menjadi ruang tumbuhnya inovasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini tidak terlepas dari dunia akademik. Banyak inovasi teknologi lahir dari lingkungan kampus melalui riset, kreativitas, dan keberanian mengembangkan gagasan baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.