Yusnita, Srikandi Pulau Manipa: Ketika Pena Merajut Asa di Tanah Bertuah Seram

oleh -0 Dilihat

Di jantung Maluku, di mana ombak Pasifik berbisik tentang sejarah kuno dan angin membawa aroma rempah cengkeh serta pala yang abadi dari pedalamannya, seorang perempuan bernama Yusnita Tiakoly berdiri teguh.

Jemarinya yang dulu lincah menari di atas tuts mesin ketik, kini mengukir jejak di medan yang berbeda, namun esensi perjuangannya tetap sama: merajut narasi, membangun jembatan. Ia bukan lagi di garis depan medan perang pemberitaan, namun semangat jurnalismenya membara, nyalanya kini menghangatkan dinding-dinding Departemen Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sebuah pergeseran yang mungkin terlihat drastis, namun bagi Nita, ini adalah evolusi, sebuah panggilan baru untuk terus bercerita tentang keindahan dan potensi negerinya.

Baca Juga  Trump Nyatakan Selat Hormuz Wilayah AS, Iran Balas Klaim California

Dulu, pena adalah senjatanya, tinta adalah darahnya, dan berita adalah detak jantung kehidupannya. Setiap goresan adalah upaya mengungkap kebenaran, setiap kalimat adalah suara bagi yang tak bersuara. Kini, kata-kata adalah benang-benang sutra, menghubungkan keindahan tersembunyi Seram, dengan pantainya yang berpasir putih bak mutiara, air terjunnya yang menembus hutan lebat, hingga keramahan adat di desa-desa terpencil, dengan mata dunia.

Ia merangkul ekspresimaluku.com, media daring yang ia dirikan dengan keringat dan idealisme, menjadikannya bukan sekadar portal berita, melainkan sebuah laboratorium narasi bagi tunas-tunas muda. Di sana, ia membimbing, menginspirasi, dan menanamkan benih-benih kecintaan pada seni bercerita.

No More Posts Available.

No more pages to load.