=====
TABULI
Karya: Remzky Nikijuluw
Unu, kenyataannya waktu bagaikan Tabuli yang kau tiup, sembilu. manakala maut sudah memagut ubun-ubun. Mengawang di udara terkulai satu demi satu, kau kirim satu-satunya pesan paling lengang, bergeming seorang lelaki mengusap hati yang patah melata.
Aku meniup menghadapmu barat daya, saban hari kau menunggu di tenggara. Aku meniup untuk hidup, sebab itu aku menunggumu waktuku. Tabuli yang paling merdu, hanya kau, Unu.
Nuruwe, di satu lorong angin, ada mantra yang dirapal ulang-ulang. Bulu adalah keramat jiwa-jiwa orang mustakim. Maka dengarlah suara Tabuli pada angin yang lurus menikam telinga.
Agustus 2023.
Wildears.
Catatan: Tabuli adalah sebuah alat tiup yang terbuat dari bambu. Biasanya digunakan sebagai alat komunikasi. Menyampaikan pesan kematian, ritual dan acara-acara adat.
=====
Pamali Lingat
Karya: Bobby Tri Stevan Sopamena
dahulu
matahari memberi diri
sedekat mungkin,
dengan laki-laki
dengan perempuan.
alangkah sunyi dan permai
laut di hati nyai nyai dan
datuk datuk.
tak lupa tabweri,
yang sentosa di ujung pandangnya
gadis-gadis dirawat,
dipakaikan tenun satu badan
saban sore.
o, betapa diri mereka tulus
membagi-bagi saguer darah
dan aroma babi, teteruga, ikan-ikan
pada badan hutan lagi samudera itu.
rumah kampung tempat mereka
persembahkan kurban keluarga.
tetapi di bibir kampung itu
ada lingat yang menenun
napas orang Tanembar.
dibuang segala fana mereka
dan kenakan jubah
dari angin-angin laut.
lelaki berburu
lelaki molo-molo jao.
selepasnya,
pulang barembeng
membawa hasil tangkapan
yang hendak bermantra di muka tungku
oleh perempuan-perempuan
yang sekujur tubuh mereka
memandikan bunga rampai.
“sudah selesai.
mari mama-mama manis,
bawa perjamuan ini
bagi Ubu, bagi kaki Ubu.
mari badendang ramai
pono sujud, pono syukur,
kita menari Tnabar Vanewa
kita keku balanga, kita keku bakul.
sio kasiang, Ubu sudah lapar.
pujaan hati sudah lapar”.
“kida, kida. mari e.
mari katong koliling ub’lingat,
Katong menari Tnabar Ilaa.
katong kasih pa Ubu dolo
karena Ubu yang dulu kasih pa katong”.
“o Ubu o. Ya Ubu o.
di ub’lingat ini
mari tabaos bagi perjamuanMu”.
“ya Allah, minumlah saguer ini.
berilah hasil baik pada pohon-pohon sadapan itu,
agar bersama dengan Dikau
kami nanti meminumnya lagi
di sini, di dalam lingat”.
“ya Allah, makanlah kulit dari tulang rahang babi ini.
dan bila kami pergi ke hutan,
bantulah supaya kami berhasil dalam perburuan,
agar setelah kami pulang, Engkau di sini, dalam lingat,
menikmatinya lagi ya Allah”.
“kese, kese, mari dudu.
Katong bicara Kampong.
mari katong jadi tiang
mari katong jadi atap.
mari katong makan, supaya katong kuat
pameri kabong baru.
supaya katong kuat batanam luhur
biar jadi lingat bagi anana cucu”.
“bapa o, mama o.
katong pasti bangun benteng portugis
benteng balanda, sabadang,
untuk katong punya gadis cendrawasih
di kolong Rahan Tnebar ini”.










