II
Hari terus berlalu
sekarang kita dibuat luka
sayangku, jangan takut
aku sangat mencintaimu
dari lubuk terdalam laut
kubawa pesan kepada tepi
bahasa buih sendu kalbu:
kepada tete-nene moyang
mungkinkah sebagian anak manusia
hanyalah tubuh tanpa jiwa
hilang sesat di tumpukan kemasan bekas
hanyut di selokan
terbawa derasnya hujan
hingga ke kaki sungai
terputar arus masuk dan keluar
apakah cintaku tidak berharga?
kotor mata yang biru
hidupnya tercemar
sakit hatiku
Oh, sayang
kau jangan sirna harap
aku masih setia
tak putus-putus kubawa pesan kepada tepi:
termenung atau bahagia?
tidak lama kembali
tiada rindu atau amarah
trah nyong dan nona manis sehat sentosa
namun ironis terjangkit penyakit kota
romantisme semu di badan-badan talut city of music
ngemil sambil memadu asmara-asmara palsu
sehabis itu buang teh kotak, teh gelas; cheetos
sayangku bukan tempat sampah!
sakit kian terasa
rusak sanubari
III
Tenang sayang
jangan menangis sendu
cintaku padamu besar kesadaran
sebab tak ada akhir untuk kita
entah kini dan yang akan datang
senantiasa menjadi satu
selayaknya cinta sang pencipta
untuk seluruh ciptaannya
Teluk Ambon, 02 Maret 2022
=======
Batang Sagu
Karya: Emawati Hanubun
sejak pohon sagu masih belum tempang
ia adalah metamorfosis leluhur para tetua
bayi-bayi tumang ditimang beragam mulut
nona-nona badansa dekat bara dan tungku









