Setelah gunung Hkakabo Razi (5.881 mdpl) di Myanmar, dalam jajaran gunung tertinggi di Asia Tenggara.
4. Statusnya Sebagai Anggota Seven Summit Dunia Masih Menjadi Bahan Perdebatan
Sampai saat ini, penetapan gunung Jayawijaya sebagai seven summit ke-7 di dunia masih menjadi perdebatan bagi beberapa kalangan.
Pasalnya, awal mula pencetusan world’s seven summit yang dicatat oleh Dick Bass mengacu pada gunung Kosciuzko sebagai anggota pada urutan ke-7.
Ia berdalih bahwa pendakian di gunung Jayawijaya memiliki jalur lebih terjal dan ekstrim dibanding pendakian di gunung Kosciuzko.
Pendapat Reinhold ini mengundang banyak dukungan dari para pendaki di pelosok bumi.
5. Gunung Jayawijaya Memiliki Jalur Pendakian yang Sangat Sulit Dilalui

Bagi para pendaki di seluruh dunia, merupakan sebuah harapan, doa dan impian untuk dapat menapakan kaki di puncak Cartenz.
Pasalnya, pendakian di gunung Jayawijaya termasuk aktifitas ekstrim, mengingat jalur di gunung satu ini sangat terjal dan cuaca di sana tidak menentu, terkadang melampaui kemampuan tubuh manusia.
Oleh karenanya, kemampuan fisik dan mental saja tidak cukup untuk menggeluti jalur pendakian gunung Jayawijaya.
Dibutuhkan juga kemampuan bertahan hidup, navigasi yang matang dan jumlah uang yang tidak sedikit, untuk menyewa guide, biaya transpotasi atau mempersiapkan berbagai peralatan pendakian yang dikenal sangat mahal-mahal.




