“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak terutama Pengurus Sasana Tinju yang ada di Maluku Tenggara, Muskab Pertina ini dapat dilaksanakan,” ucapnya mensyukuri niat dimaksud.
Hanubun bilang, sudah banyak putra asli daerah ini yang memiliki hoby serta bakat menjadi petinju, bahkan tidak bisa dipungkiri mereka ada yang sudah menjadi atlet tinju nasional walau pun tidak mewakili daerah ini secara langsung.
Sebagai buktinya, Hendra Brama Betaubun pada PON Papua berhasil menyabet medali emas, namun sayangnya mewakili Provinsi Jawa Barat, meski sebelumnya yang bersangkutan adalah anak asuhan Pertina Malra.
“Namun demikian, selaku putra daerah harus berbangga diri. Terlepas dari itu, kita juga perlu menyadari kenapa para atlet asal daerah ini hengkang ke provinsi atau kabupaten lain, ini menjadi catatan tersendiri yang perlu dibenahi, sehingga persoalan ini tidak lagi terulang,” tandasnya.
Hanubun mengakui membina olah raga tinju amatir sangat berbeda, karena harus ditunjang dengan faktor keuangan sangat cukup, sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholders baik itu pengusaha, BUMD/BUMN, karena tanpa dukungan mereka terasa sulit untuk berkembang.
“Kalau berharap suntikan dana hanya dari APBD, maka sangatlah terbatas, namun yang terpenting kedepan saya akan fokus pada Olah Raga unggulan yang mendukung prestasi, terlepas dari itu juga janganlah disalah artikan untuk olah raga lain akan dikesampingkan namun yang berprestasi seperti “dayung, tinju, karate, teakwondow, serta bulutangkis,” paparnya.









