Kopi Dabe dan Taburan Rempah

oleh -18 Dilihat

Sebenarnya kopi yang disebutkan dalam link tersebut, yaitu kopi dalam bahasa Arab disebut “qahwah” yang memiliki arti “kekuatan’. Kata quwah ini kemudian berubah dalam berbagai bahasa menjadi “qahveh” (Turki),”kofffe” (Belanda), “coffe” (Inggris), dan “kopi” (Indonesia).

Dalam kebudayaan masyarakat Arab, khususnya orang Yaman (Hadrami), kita akan menemukan catatan sejarah yang menarik. Konon, walaupun biji kopi ditemuukan di Ethiopia (Abessyenia), namun budi daya biji kopi dalam perkebunan luas ada di daerah Yaman, setidaknya sejak ababd ke-6 Masehi.

Kopi kemudian menjadi minuman penting, setelah orang Arab menemukan cara yang pas untuk menyajikannya. Bisa dikatakan, orang Arab-lah yang merevolusi cara menyajikan dan menikmati kopi. Sebelumnya, kopi dinikmati tidak dengan cara diseduh untuk minuman, melainkan dimakan dengan cara dibungkus dengan lemak binatang.

Baca Juga  Program TEKAD Dorong Ekonomi Desa Tuada, Dari BUMDes hingga UMKM Perempuan

Di Indonesia, kopi dimulai diperkenalkan abad ke-17 oleh Belanda yang saat itu tengah menjajah Indonesia. Wajar, karena di negaraya, kopi sangat sulit dikembangkan karena faktor cuacara yang kurang mendukung.

Bibit kopi di Indonesia dikirim oleh Gubernur Belanda di Malbar, India yakni jenis arabika yang berasal dari Yaman. Bibit kopi itu dikirim kepada Gubernur Belanda di Batavia (sekarag Jakarta) oada 1698. Namun, saying bibit itu gagal tumbuh akibat banjir di Batavia.

No More Posts Available.

No more pages to load.