13 Sekolah Elpaputih Kembali ke SBB, DPRD Pasang Badan Kawal Aset hingga Tapal Batas

oleh -79 Dilihat
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD SBB bersama pemerintah desa, dinas teknis dan tokoh masyarakat, yang membahas persoalan aset serta wilayah Elpaputih.

Masyarakat, kata BPD, membutuhkan langkah konkret untuk menjawab ketidakpastian yang selama ini dirasakan.

BPD juga menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam mengawal berbagai keputusan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan wilayah tapal batas.

“Prinsipnya, kami dari BPD tetap bersinergi dengan pemerintah desa untuk mengamankan segala potensi, keputusan, dan kebijakan—baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi—yang ada di wilayah tapal batas,” ujar perwakilan BPD.

BPD menyoroti kejenuhan masyarakat akibat ketidakpastian persoalan batas wilayah yang dinilai telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap kehidupan warga.

“Kami hadir di sini untuk mencari jawaban atas apa yang selama ini dirasakan masyarakat perbatasan. Harapan kami saat ini adalah mari kita tidak hanya sekadar bicara, tetapi betul-betul eksekusi secara efektif di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga  Ridwan Arsan Kembali Jadi Tersangka, Kali ini Proyek TPI Goto Senilai Rp2,92 Miliar

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah konkret Pemda SBB pasca-RDP tersebut.

Pengalihan 13 sekolah dan penataan aset harus dibuktikan melalui administrasi yang jelas, legalitas yang kuat serta eksekusi nyata di lapangan.

Sebab bagi masyarakat Elpaputih, persoalan ini bukan sekadar tentang aset maupun dokumen pemerintahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.