19 Tahun Tidur di Pangkuan Kolonial

oleh -1 Dilihat

Bisakah Anda bayangkan adanya Indonesia tanpa negara kolonial? Tanpa adanya negara kolonial dan birokrasinya, kerajaan-kerajaan kecil itu yang jumlahnya ratusan, kalau tidak ribuan, itu akan saling membunuh, berperang dan bermusuhan satu sama lain.

Bayangkan, dalam satu daerah yang terpisah jarak 60 km, ada empat kerajaan! Empat! Dan mereka tidak pernah rukun satu sama lain. Untungnya, permusuhan itu punya satu kambing hitam: kolonialisme! Jadi semua masalah mereka sendiri bisa ditimpakan pada penguasa kolonial!

Jadi, ketika terdesak, kawan kita yang bertahun-tahun menghirup bau busuk Kali Pepe ini, bukan tanpa alasan mengeluh tentang gedung-gedung kolonial — di mana dia tidur nyenyak selama puluhan tahun! Bukankah hanya di istana kelelawar-nya itu saja dia mengeluh bahwa tidurnya tidak nyenyak?

Baca Juga  Laporan ke Atas Harus Baik!

Bukan itu saja, sebenarnya kawan ini, sudah tidur di gedung-gedung kolonial bertahun-tahun. Seorang sobat saya memberi catatan di mana dia pernah tidur dan berumah sejak menjadi politisi. Semuanya di gedung yang dibangun pemerintah kolonial!

Ini yang dicatat kawan saya itu. Dia menghuni Loji Gandrung (buatan tahun 1830), rumah dinas Wali Kota Solo selama tujuh tahun. Dia menghuni rumah dinas Gubernur Daerah Jakarta yang dibangun pada 1916 selama dua tahun. Dan, tentu dia menghuni Istana Merdeka, Istana Bogor serta banyak istana kepresidenan bikinan pemerintah kolonial ini 10 tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.