Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Resmikan Gereja Ulath

oleh -206 views
Link Banner

Porostimur.com | Saparua: Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag RI, Thomas Pentury bersama Gubernur Maluku, Murad Ismail dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku melakukan kunjungan ke Negeri Belohy Amalatu, Desa Ulath, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/12).

Kunjungan Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury didampingi Kepala Kantor Wilayah (kakanwil) Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad dengan Kepala Bidang Bimas Kristen, Nansij Latuheru dan Pembimas Katolik, Bernardus Fanulene dalam rangka peresmian atau pentahbisan Gereja Protestan Maluku (GPM) Taman Hoea Belohy Amalatu.

Peresmian gereja Taman Hoea yang turut disaksikan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, A.J.S Werinusa ini ditandai penandatangan batu prasasti oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Gubernur Maluku.

Setiba di lokasi peresmian gereja, sebelumnya rombongan Dirjen Bimas Kristen bersama Gubernur Maluku disambut secara adat desa setempat oleh warga Belohy Amalatu yang prosesinya turut diamankan langsung oleh warga tetangga Negeri Siri-Sori Islam.

Dirjen Thomas Pentury setelah peresmian dan pentahbisan gereja Taman Hoea berlangsung menilai, momentum ini patut dijadikan ajang peningkatan solidaritas persaudaraan, dimana pembangunan fisik gereja adalah bagian penting membangun kemanusiaan.

Baca Juga  HANYA API-SEMATA API: Obituary Amarzan Loebis

“Reorientasinya dengan kita mengedepankan pembangunan mental manusia,” jelas Pentury dihadapan para jamaat Gereja Taman Hoea.

Sebagaimana riset spiritual, Pentury mengatakan bahwa 50 persen umat Kristen saat ini tidak lagi hidup didalam gereja, tetapi terlibat aktif menyiapkan generasi manusia yang unggul. Kemenag kedepannya juga akan terus menggelorakan konsep moderasi beragama sebagai jalan peningkatan kualitas keagamaan.

“Konsep moderasi beragama ini perlu dijalankan juga oleh semua umat Kristen di Maluku, khususnya Negeri Ulat,” ajaknya.

Mewakili Menteri Agama, dirinya juga turut memberikan apresiasi kepada keluarga Candra Pikal atas bantuan sebesar 31 M, sehingga pembangunan gereja ini dapat diselesaikan.

Gubernur Maluku, Murad ismail  pada kesempatan yang sama juga menyampaikan penilaian serupa, bahwa peresmian sebuah gedung gereja tentu memiliki makna strategis guna membangun ketaatan jamaat terhadap kewajiban untuk senantiasa bersyukur.

Baca Juga  Setelah Pandu Riono dan Tempo, Kini Giliran Situs CISDI Terkena Serangan Siber

Mencermati pentingnya keberadaan gereja, maka hal tersebut jangan dimaknai secara fisik semata, tetapi lebih dari itu, menjadi wahana pembinaan dan pengembangan mental maupun spiritual yang berakar pada persekutuan dalam peningkatan iman dan jati diri.

“Atas nama Pemprov Maluku, saya memberikan apresiasi  yang tinggi kepada seluruh warga jamaat gereja Ulat yang telah menyelsaikan seluruh rangkaian pembangunan gedung gereja, kiranya semangat kerjasama menyelesaikan pembangunan gedung gereja ini dengan melibatkan pelayan dan jemaat hendaknya selalu menjadi gaya hidup masyarakat negeri Ulat dan juga menjadi cermin bagi seluruh masyarakat Maluku. Saya harap, gedung hereja ini juga dapat menjadi pusat pembentukan karakter dan moral umat dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman yang kian pesat dan kompherensif,” tandasnya.

Baca Juga  Dino Umahuk: Banyak Caleg Tak Paham Tugas dan Fungsi Legislatif

Berdasarkan rilis kronologis yang diterima media ini, proses pembangunan gedung gereja Taman Hoea dengan total luas bangunan sebesar 780 meter persegi ini berjalan dalam kurun waktu 5 tahun 3 bulan. Setelah dibangun dengan menelan biaya 31 M, maka gedung gereja tersebut dapat diselesaikan dan selanjutnya diserahkan kepada Raja Negeri Ulat untuk dipergunakan. (red/ebot/inmas)