Karbubu dan Tanggung Jawab Negara di Perbatasan
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anos Yermias mengatakan reses merupakan ruang penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.
“Semua yang disampaikan masyarakat hari ini saya catat. Sepulang dari reses, aspirasi ini akan saya teruskan dan koordinasikan dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing,” kata Anos.
Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat di pulau-pulau terluar harus mendapatkan perhatian serius karena kondisi geografis kepulauan memiliki tantangan yang berbeda dengan wilayah kontinental.
Menurutnya, pembangunan di wilayah kepulauan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sepenuhnya sama dengan daerah daratan.
“Untuk masyarakat kepulauan, transportasi laut adalah kebutuhan dasar. Demikian juga air bersih, pelayanan kesehatan, sarana perikanan, perkebunan dan fasilitas pendukung lainnya. Ini semua harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Anos juga menyoroti posisi Karbubu sebagai bagian dari wilayah perbatasan yang memiliki arti strategis dalam konteks kehadiran negara.
“Wilayah seperti Karbubu adalah beranda NKRI. Karena itu, masyarakat di sini juga harus merasakan pelayanan negara, pembangunan dan pemerataan yang sama seperti masyarakat di daerah lainnya,” tegasnya.









