“Bangun sinergitas kerja dengan Babinsa mereka juga door to door, dari rumah ke rumah dan memang pencegahan Stunting ini bisa kita lakukan bila tepat sasaran pada kelompok yang menjadi sasaran stunting yakni ibu hamil dan ibu-ibu dengan anak-anak balita,” terangnya.
Senada, Pj. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK kota Ambon sekaligus Ketua Posyandu kota Ambon, Dessy Kaya berharap pelaksanaan intervensi serentak pencegahan samping pada kegiatan Posyandu ini tepat sasaran.
“Karena itu saya sangat mengharapkan peran serta semua elemen di Kelurahan, desa/negeri, baik kader PKK, kader KB, kadar pemberdayaan manusia, tenaga kesehatan, kadar Posyandu dan semua stakeholder untuk memastikan 100% kehadiran sasaran datang ke posyandu,” tandasnya.
Kepala DPPKB Kota Ambon, J.W Patty menambahkan, intervensi yang dilakukan di posyandu meliputi penimbangan dan pengukuran bayi dan balita.
“Ini menandakan keseriusan pemerintah untuk melakukan berbagai pencegahan stunting lewat kebijakan inovatif sebagai gerakan bersama melibatkan semua Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah; provinsi kabupaten, dan pemerintah desa untuk mencegah bertambahnya angka stunting,” pungkas Patty.
Untuk diketahui, turut Hadir dalam kegiatan ini, Dandim 1504 Ambon, plt.Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon, serta para pimpinan OPD. (red/mcambon)









