39 Warga Myanmar Tewas, Pabrik China Dibakar

oleh -49 views
Link Banner

Porostimur.com | Hlaingthaya: Aksi huru-hara di Myanmar menewaskan total 39 orang termasuk seorang anggota kepolisian, menyusul pembakaran pabrik China di salah satu kota di negara itu.

Sebanyak 22 orang pengunjuk rasa anti-kudeta tewas di pinggiran kota industri Hlaingthaya, Minggu (14/3). Ini adalah salah satu kota satelit Myanmar. Korban tewas berjatuhan setelah pabrik-pabrik yang didanai China dibakar di sana, seperti dilaporkan sebuah kelompok advokasi.

Sementara, 16 orang pengunjuk rasa lain dan seorang polisi tewas di tempat lain, kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Dengan demikian, total angka kematian akibat aksi protes usai kudeta yang dilakukan Junta pada 1 Februari lalu bertambah menjadi 126, lapor AAPP. Selain itu, lebih dari 2.150 orang telah ditahan pada hari Sabtu, sementara lebih dari 300 orang telah dibebaskan.

Link Banner

Kedutaan Besar China mengatakan banyak staf China terluka dan terperangkap dalam serangan pembakaran oleh penyerang tak dikenal di pabrik garmen di Hlaingthaya.

Baca Juga  Dua Kali Mangkir, BKD Halbar Kirim Panggilan Terakhir untuk Hairun Bahruddin

Pihak kedutaan juga meminta Myanmar untuk melindungi properti dan warga China. Oleh warga Myanmar, China dipandang mendukung junta militer yang telah mengambil alih kekuasaan.

Media setempat melaporkan, asap membubung dari kawasan industri, pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di pinggiran kota yang merupakan rumah bagi para migran dari seluruh negeri.

Darurat militer diberlakukan di Hlaingthaya dan distrik lain di Yangon, pusat komersial Myanmar dan bekas ibu kota, media pemerintah mengumumkan.

Televisi Myawadday yang dikelola oleh tentara mengatakan pasukan keamanan bertindak setelah empat pabrik garmen dan pabrik pupuk dibakar. Selain itu, sekitar 2.000 orang memblokade jalan untuk menghentikan pemadam kebakaran melakukan tugasnya.

Baca Juga  Selain Bermodalkan Cinta dan Uang Panai, Bagi Kalian yang Ingin Nikah di Tahun 2020 Harus Lulus Sertifikasi Perkawinan

Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan untuk dimintai komentar.

(red/CNN-Indonesia)