5 Persoalan Utama Gagalnya 100 Hari Kerja Gubernur Sherly Tjoanda

oleh -1,452 views

Porostimur.com, Sofifi – Tak terasa, masa kepemimpinan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) telah memasuki hari ke-100 pada hari ini, Jumat 30 Mei 2025. Dalam tempo itu, Sherly dan Sarbin belum mampu menunjukkan kerja nyatanya demi perubahan di Negeri Rempah.

Seratus hari pertama masa jabatan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda- Sarbin Sehe, justru diwarnai dengan berbagai kontroversi dan persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Alih-alih menunjukkan lompatan kinerja, kebijakan dan tindakan yang diambil Sherly justru menuai kritik tajam dari publik, akademisi, hingga kalangan DPRD.

Berikut lima persoalan utama yang mencuat di ruang publik yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber:

Baca Juga  Bupati Malra Resmikan Arca Kristus Raja Semesta Alam di Ohoi Wain

1. Penggunaan Aset Pribadi untuk Kepentingan Dinas

Gubernur Sherly diketahui menggunakan mobil pribadi jenis Lexus untuk keperluan dinas pemerintahan. Selain itu, Hotel Bela Ternate—yang merupakan milik keluarga mendiang suaminya—dipakai untuk berbagai kegiatan resmi pemerintah provinsi.

Meskipun tidak secara eksplisit melanggar aturan, praktik ini dianggap mengandung konflik kepentingan dan rawan penyalahgunaan anggaran, terutama jika tidak ada transparansi dalam proses pembayaran dan pengadaan jasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.